Di atas semua itu, bagi saya, agensi adalah konsultan bahasa skala organisasi. Di level praktis, dengan sumber daya dan kapasitas yang dimilikinya, agensi dapat membantu memenuhi kebutuhan komunikasi dan menangani masalah kebahasaan skala industri. Sementara itu, di level intelektual agensi punya kemampuan kolektif untuk menjadi salah satu pengawal perubahan bahasa dan turut serta dalam menghasilkan bahasa yang indah dan tepat.
Kajian Gender membantu kita untuk mengurai kompleksitas isu-isu yang sudah terlanjur kita percayai akar masalah dan jalan keluarnya. Katrin membantu kita menggoncang kepercayaan kita sendiri. Bentuk esai, yang membolehkan hadirnya pendapat pribadi, memungkinkan Katrin memadukan pengalaman, perangkat teoretis, dan argumentasi kuat sekaligus. Kajian Gender adalah buku yang akan kita butuhkan saat mau menulis metodologi kajian gender atau dekolonisasi metodologi kajian gender dalam konteks pascakolonial, khususnya Indonesia.
Penulis : Alif Danya Munsyi
Edisi : Pertama
Penerbit : Pustaka Firdaus
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 1996
Tebal buku : 134 halaman
Adalah Pusat Bahasa, atau yang dulu bernama Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (P3B), yang paling gencar menyuarakan paradigma ‘bahasa Indonesia yang baik dan benar”; sebuah paradigma preskriptivisme (berupa resep) yang diajukan dan dipaksakan untuk dipatuhi oleh para penutur Bahasa Indonesia. Ideologi nasionalisme-paksa ini, selain tak pernah berhasil diterapkan, juga menjadi tanda bagi ketuna-sejarahan para ahli bahasa perumusnya akan lalu lintas kata dan istilah dalam bahasa Indonesia.
Penolakan datang dari ibu presiden Obama, Ann Duhham, seorang antropolog Amerika yang tinggal di Indonesia selama lebih dari satu dasawarsa. Dunham, yang meninggal pada 1995, fokus pada persoalan pembangunan ekonomi, bukan pada masalah kepercayaan dan politik – subjek sensitif di sebuah negara yang diperintah oleh seorang otokrat (penguasa mutlak) berpikiran sekuler.

Penyunting: Mikihiro Moriyama dan Manneke Budiman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Kota terbit: Jakarta
Tahun terbit: 2010
Tebal buku: xx + 424 halaman
Pada 9-11 Juni 2008, sebuah lokakarya bertajuk “Perubahan Konfigurasi Kebahasaan di Indonesia Pasca-Orde Baru” dilaksanakan di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jakarta. Lokakarya yang berlangsung selama tiga hari itu menghadirkan empat belas makalah